Sejarah dan Visi Misi Desa Majungan




Sejarah atau Asal Usul Desa Majungan 

     Setiap tempat memiliki suatu kisah sejarah masing-masing yang menjadi ciri khas tersebut. Bicara mengenai sejarah atau asal usul, desa Majungan memiliki beberapa versi yang beredar di masyarakat. Salah satu yang terkenal mengisahkan tentang seorang musafir yang mencari air menggunakan payung. Menurut M. Syamhaji, selaku Sekertaris Desa Majungan sekaligus penduduk asli Majungan, peristiwa tersebut terjadi semasa peperangan masih terjadi dimana-mana. Beliau menyampaikan kalau kebenaran cerita ini tidak seratus persen akurat, di karenakan asal-usul desa tersebut masih berlandaskan kisah yang menyebar diantara warga setempat dari mulut-ke mulut.


     Awal mula Mbah Lake’ bisa sampai masuk ke Majungan adalah di karenakan perang yang terjadi di Jumiang. Perang tersebut melibatkan Tempu Abhang dan Abi Bodai. Untuk menghindari perang Mbah Lake’ kemudian menyusup ke desa sebelah. Di desa tersebut Mbah Lake’ datang sebagai musafir yang mencari pekerjaan dan jodoh. Saat itulah Mbah Lake’ berniat melamar Mbah Bine’ dengan mambawa payung dan kuda. Sebelum Mbah Lake’ melamar Mbah Bine’, ia berusaha mencari sumber air  di karenakan sumber air di sekitar daerah tersebut sangat sulit untuk di temukan. Saat hendak mengambil air, warga sekitar melarang Mbah lake’ untuk mengambil air. Warga setempat mengatakan untuk tidak mengambil air di daerah tersebut. “Jangan disini”. Alasan utamanya adalah karena sumber air di tempat ini adalah asin. Namun mbah Lake’ masih berusaha mencari sumber mata air tawar. Setelah berusaha keras, ia menemukan 2 titik sumber mata air yang berada di tengah area persawahan sementara sumber air tawar lainnya berlokasi di masjid. Setelah itu barulah mbah Lake’ menikahi mbah Bine’ dengan membawa payung. sejak saat itulah desa ini disebut dengan Desa Majungan.

Sejarah Pemerintahan desa Majungan
       Sejak dulu hingga saat ini pemerintahan pada desa Majungan selalu menggunakan politik “ratu atut”. Politik ratu atut merupakan pemerintahan yang diwariskan secara turun temurun kepada anggota keluarga atau yang memiliki ikatan turunan keluarga. Sampai saat ini pemerintahan di desa Majungan telah  mengalami pergantian 4 kali kepala desa. Adapun kepemimpinan tersebut adalah sebagai berikut :
1.      Ma’ad Haji Abdul Hamid
2.      H. Fauzi (Periode 1979 – 1990)
3.      Muhammad Jufri (Periode 1990 – 2008)
4.      H. Maslukah (Periode 2008 – Sekarang)



Visi dan Misi Desa Majungan :
Desa Majungan memiliki visi dan misi untuk kemajuan dan pembangunan desa maupun masyarakat desa. Berikut Visi dan Misi desa Majungan :

Visi :
“Terwujudnya desa Majungan yang sehat, aman, adil, makmur, sejahtera dan mandiri”

Misi :
Melakukan pembenahan birokrasi di jajaran pemerintahan desa Majungan guna meningkatkan pelayanan pada masyarakat
-     Menyelenggarakan pemerintah yang bersih terbebas dari bentuk-bentuk penyelewengan
-    Meningkatkan perekonomian masyarakat melalui kelompok tani dan menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya yang berbasis pada potensi masyarakat Majungan
-  Meningkatkan mutu kesejahteraan masyarakat di bidang infrastruktur yang memadai sehingga tercapai masyarakat desa Majungan yang mandiri
-     Menumbuhkan kembangkan usaha kecil menengah
-   Membangun dan mendorong majunya bidang pendidikan baik formal maupun informal yang mudah diakses dan dinikmati seluruh warga masyarakat tanpa terkecuali yang mampu menghasilkan insan intelektual, inovatif (Wirausahawan)
-   Membangun dan mendorong usaha-usaha untuk pengembangan dan optimalisasi sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, baik tahap produksi maupun tahap pengolahan hasilnya.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages