Malam Pergantian Tahun, Mahasiswa KKN Ajak Warga Mengaji Bersama





Malam pergantian tahun selalu identik dengan malam hiburan seperti bakar-bakar ikan, makan-makan, konser, bahkan sampai melakukan konvoi. Segala aktivitas manusia seringkali dihabiskan untuk menikmati hiburan tersebut. Namun tidak semua manusia suka dengan hiburan. Malam pergantian  tahun masyarakat Majungan kali ini cukup berbeda, dikarenakan pergantiannya  dilaksanakan dengan hal-hal yang positif dan insyallah penuh barokah. Perbedaannya adalah, masyarakat Majungan berbondong-bondong mengunjungi Balai Desa untuk mengikuti kegiatan pengajian akbar. Pengajian dan istighosah akbar ini di pelopori oleh kelompok KKN 32 Universitas Trunojoyo Madura bekerja sama dengan perangkat desa Majungan Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan. Secara teknis konsep dipikirkan bersama dan saling berkoordinasi, sehingga dapat menghasilkan kolaborasi yang baik.
Pengajian dan istighosah akbar ini dilaksanakan di pelataran Balai Desa Majungan. Jumlah jama’ah yang hadir kurang lebih 150 orang termasuk dengan perangkat desa. Jumlah ini tersebar menjadi 25 orang setiap dusunnya dari 6 dusun yang ada. Target utama pengajian ini adalah ibu-ibu di desa Majungan utamanya ibu-ibu PKK di desa tersebut. Harapannya pelaksanaan kegiatan ini untuk memecah konsentrasi warga agar tidak melakukan malam tahun baru dengan hal-hal yang negatif. Pengajian tersebut juga turut diramaikan dengan penampilan Al-Banjari Al-Azka yang dipersonili oleh ibu-ibu pengajian di desa Majungan. Suasana pengajian terasa lebih menarik dan terhibur dengan penampilan sholawat Al-Azka.
Tema yang diangkat berkaitan dengan kehidupan. Selain sebagai refleksi diri, hal ini cukup baik untuk mengingatkan kepada diri kita terhadap kematian dan ketaqwaan. Ceramah diisi langsung oleh Bu Nyai  Hj. Syaroh dari pondok pesantren Sumber Anyar Pamekasan. Antusias ibu-ibu sangat terlihat dengan membludaknya jama’ah sampai di sekitar pendopo.  Kegiatan tersebut dibaluti dengan candaan sehingga pengajian terasa lebih santai dan menarik. Selain sebagai pemecah konsentrasi, kegiatan ini juga diharapkan mampu menjalin silaturahmi warga antar dusun.
Do’a bersama menjadi akhir dari rentetan acara yang ada. Masyarakat kembali ke rumah dengan raut wajah berseri dan membawa ilmu yang barokah. Semoga acara religius seperti ini dapat terlaksana kembali. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages